Berita21.com (B21)

Rincian bukti yang memberatkan Saberi belum diumumkan ke publik Wartawan Amerika keturunan Iran Roxana Saberi, telah dibebaskan dari penjara setelah hukumannya dikurangi.

 

 

Hukrim - BBC/AP/B21

Pengacara bagi wartawan berusia 31 tahun tersebut mengatakan dia sudah meninggalkan penjara Evin di Teheran, setelah hukuman delapan tahun penjaranya dikurangi menjadi dua tahun masa percobaan.

Dia dilarang bekerja sebagai wartawan di Iran selama lima tahun, namun diijinkan untuk meninggalkan negeri itu.

Saberi sebelumnya dinyatakan bersalah melakukan tindak mata-mata bagi Amerika Serikat, namun membantah keterlibatannya.

Kasus ini menimbulkan keprihatinan internasional, dan Presiden Amerika Serikat, Barack Obama juga menyerukan pembebasannya.

Juga muncul keprihatinan dari dalam Iran sendiri.

Sutradara film Bahman Ghobadi, dimana karyanya sudah pernah memenangkan penghargaan di Cannes dan Berlin, Saberi adalah korban “permainan politik” di Iran.

Ayahnya Reza menyampaikan kegembiraannya atas keputusan pengadilan, dan mengatakan dia dan istrinya Akiko sedang dalam perjalanan untuk menjemput Roxana Saberi dari penjara, dan menggambarkannya sekarang “praktis sudah bebas.”

“Kami senang,” katanya seperti dikutip kantor berita AFP. “Kami mendengar berita ini satu jam lalu. Kami sekarang ke penjara Evin untuk membawa dia pulang.”

“Hukumannya diturunkan menjadi dua tahun masa percobaan, jadi bila setelah lima tahun tidak terjadi apapun, maka masa dua tahun itu akan dilupakan.”

Namun tidak seorang pun melihat Saberi meninggalkan penjara.

“Saya OK. Saya tidak mau memberikan komentar namun saya OK,” katanya seperti yang dikutip kantor berita AFP.

Dia baru-baru ini mengakhiri mogok makan selama dua minggu, dan menurut laporan terlihat kurus dan letih ketika muncul di pengadilan banding hari Minggu.

Proses banding mereka berlangsung lebih lama dibandingkan sidang yang pertama, dan sebelum dimulai Saberi mendapatkan waktu setengah jam untuk bertemu dengan pengacaranya.

Rinciannya bukti-bukti yang memberatkannya masih belum disampaikan ke publik dan masih belum jelas juga mengapa bandingnya dipercepat.

Pengadilan tertutup

Saberi ditahan di Penjara Evin di Teheran sejak Januari.

Dia tadinya menghadapi dakwaan yang lebih ringan yakni membeli alkohol, kemudian didakwa bekerja sebagai reporter tanpa kartu pers yang berlaku.

Tak lama kemudian, dakwaan mata-mata dimunculkan, dan dia didakwa dan divonis dibalik sidang Majelis Revolusi di Teheran.

Saberi, yang mempunyai dua kewarganegaraan AS dan Iran, telah tinggal selama 6 tahun di Iran belajar dan menulis buku.

Dia bekerja sebagai wartawan lepas untuk kantor berita termasuk BBC dan radio AS National Public Radio.

Responses are currently closed, but you can trackback from your own site.

Comments are closed.

KIRIM SMS GRATIS Di SINI

Copy Protected by Tech Tips's & Computer Tricks'sCopyProtect Wordpress Blogs.