Cara Praktis Tingkatkan Kesuburan
Hampir semua perempuan menikah tentu ingin hamil dan punyai anak.
Kesehatan - MS/B21
Akan tetapi, keinginan ini kadang harus terhambat dengan alasan ketidaksuburan. Hal ini bisa dipicu oleh berbagai faktor termasuk faktor genetik, kondisi kesehatan, dan gaya hidup.
Jika Anda belum bisa hamil, jangan putus asa.
Sambil memeriksakan diri ke dokter bersama pasangan, masih ada banyak hal yang bisa Anda lakukan untuk meningkatkan kesempatan hamil.
Berikut beberapa cara praktis yang bisa Anda coba:
1. Kenali siklus Anda
Menurut penulis buku The Doctors Book of Home Remedies Dr. Jarrett, jika Anda memiliki siklus 28 hari, maka ada baiknya melakukan hubungan intim pada hari ke 10, 12, 14, 16, dan 18. Menurut Jarret, kemungkinan terjadinya terjadinya pembuahan akan lebih besar jika dilakuakn pada hitungan hari tersebut.
2. Rencanakan
Kedengarannya tidak adil. Tapi, fakta biologis menunjukkan kalau usia sangat mempengaruhi kesuburan perempuan. Menurut Robert Stillman, M.D., studi populasi menunjukkan, lebih dari 90% perempuan yang berusia di bawah 24 tahun berhasil melakukan pembuahan. Angka keberhasilan selanjutnya menurun drastis seiring pertambahan usia. Di usia antara 35 dan 44, kemungkinan pembuahan menurun menjadi 1 dari 3.
Hal ini bukan berarti Anda harus menikah di usia 20-an atau awal 30-an jika belum siap secara emosional atau keuangan.”Tapi, dengan memahami pengaruh usia terhadap kemungkinan mengalami pembuahan, Anda tentunya lebih bisa membuat keputusan yang tepat kapan harus hamil,” tutur Stillman, seperti dikutip situs prevention.
3. Batasi asupan kedelai
Menurut Dr. Stillman, perempuan yang hendak melakukan pembuahan sebaiknya menghindari asupan kedelai tinggi (seperti 60 gram per hari). Jadi, ada baiknya mengurangi makanan yang mengandung kedelai seperti tahu dan susu kedelai. Makanan ini, menurut Stillman, mengandung estrogen tumbuhan yang dikenal dengan fitoestrogen. Fitoestrogen ini akan bersaing dengan estrogen alami perempuan, sehingga bisa mengganggu siklus ovulasi perempuan.”Kami bahkan sudah menemukan ada perempuan yang bahkan benar-benar berhenti mengalami ovulasi.”
4. Kenali waktu ovulasi Anda
Perempuan biasanya mengalami ovulasi, pelepasan telur dari indung telur, dalam waktu 10-14 hari sebelum menstruasi. Untuk mengetahui kapan Anda mengalami ovulasi, gunakan alat deteksi yang tersedia di pasaran. Alat ini bisa mengukur kadar luteinizing hormone (LH) dalam urin. LH merupakan hormon yang menstimulus pematangan dan pelepasan telur. Menurut Linda C. Giudice, M.D., ada baiknya melakukan tes antara jam 8:00 dan 10:00 pagi.”Pada jam ini biasanya terdapat banyak pengeluaran LH,” terang Giudice.
5. Jangan terlalu dipaksakan
Menurut dr. Stillman, melakukan hubungan seksual berlebihan tidak akan meningkatkan kesempatan mengalami pembuahan.”Pada faktanya, berhubungan intim 4-5 kali sehari tidak produktif.” Jumlah sperma, terang Stillman akan turun drastis setelah ejakulasi, dan biasanya perlu waktu 48 jam untuk mencapai kadar pra-ejakulasi kembali.








