Ayo Dukung Taman Nasional Komodo
Taman Nasional Komodo berhasil menempati peringkat keenam dari 55 nominasi dalam grup E untuk kategori Forest, National Park, and Reservation dalam kampanye online “New 7 Wonders of Nature”.
Pemerintah lewat Departemen Kebudayaan dan Pariwisata meminta masyarakat berperan aktif mengirimkan dukungan ke situs new7wonders.com, agar lolos di tahap berikutnya.
Kepala Sub Direktorat Promosi, Elektronik, Direktorat Sarana Promosi, Direktorat Jenderal Pemasaran, Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, Ratna Suranti, mengatakan apabila Pulau Komodo terpilih menjadi tujuh keajaiban dunia, maka itu berdampak besar terhadap pariwisata di Indonesia.
“Wisata negara lain yang masuk nominasi pada kampanye New 7 Wonders tahun 2007, rata-rata naik dua sampai tiga kali lipat,” kata Ratna dalam jumpa pers di Yogyakarta, untuk mensosialisasikan program “Vote for Komodo”, Sabtu (4/7).
Taman Nasional Komodo merupakan satu-satunya tempat yang lolos masuk nominasi mewakili Indonesia. Pada tahap pertama kampanye, Danau Toba, Gunung Krakatau, Gunung Bromo masuk nominasi, namun tempat tidak lolos di tahap berikutnya. Taman Nasional Komodo istimewa, bagi dunia karena kadal raksasa ini, hanya satu-satunya yang masih ada di dunia.
“Negara manapun tidak memiliki komodo,” kata Ratna. Sayang, menurut sebuah penelitian sepanjang enam tahun ini, jumlah populasi komodo tak meningkat. “Hanya berkisar 2500 di Pulau Komodo, Rica, dan Pulau Padar tidak ada perubahan angka,” kata Ratna. Karena itulah, pemerintah juga fokus pada kelestarian alam dan keberlangsungan hidup komodo.
Komodo merupakan aset dunia karena didukung potensi bawah lautnya yang konon terindah nomor dua setelah Raja Ampat, Papua.
Jumlah keseluruhan nominasi pada tahap kedua ini ada 261 dari 222 negara yang dibagi dalam tujuh grup. Menurut Ratna, proses pemilihan melalui internet ini agak merisaukan lantaran pengakes internet di Indonesia hanya 7,2 persen.
Bahkan berdasarkan World Economic Forum, peringkat pengguna internet di Indonesia adalah 95 dari 130 negara. “Tepatnya jumlah pengguna di Indonesia 30 juta penduduk,” ujar dia.
Karena itu, dia mengimbau, satu orang warga yang memiliki email lebih dari satu tersebut dapat mengirimkan ke panitia penyelenggara.
“Kalau satu orang memiliki dua email mengirim kan bisa 60 juta jiwa,” kata Ratna.
TI/Beken








