Pengurus RT-RW Diminta Profesional
Penanggung Jawab Paguyuban RT-RW Kota Semarang Prof Dr Rasdi Eko Siswoyo M.Sc meminta agar pengurus RT dan RW se Kota Semarang mampu bersikap profesional.
Dengan sikap yang demikian, diharapkan mampu memberi pelayanan kepada warganya secara maksimal.
“Sikap profesional seperti itu baik disadari maupun tidak, akan menumbuhkan nuansa kedamaian dalam masyarakat,” jelas Prof Rasdi ketika memberi pengarahan dalam acara Silaturrohmi Paguyuban RT-RW Kota Semarang, di Balai Kota Semarang, Juma’t (13/11) malam.
Meskipun jabatan itu hanya jabatan sosial, lanjutnya, eksistensi dari jabatan itu sejatinya merupakan ujung tombak pemerintahan yang langsung bersentuhan dengan masyarakat luas.
Artinya, lembaga ke-RT-an dan ke-RW-an itu merupakan lembaga yang sangat vital dalam rangka ikut mensukseskan program-program pemerintah. Dijelaskan, untuk mencapai kepengurusan yang profesional itu memang tidak mudah.
Apalagi mereka berada pada satu komunitas yang daerahnya tidak terlalu luas sehingga antara satu dengan keluarga lainnya sudah saling mengenal.
“Tetapi kalau mereka dibekali dengan juklak dan juknis (petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis-red) melalui pendidikan informal semacam pemberian tutor atau diklat yang penanganannya juga secara profesional, saya yakin mereka juga mampu bersikap profesional, tidak imbas-imbis,” katanya sambil menambahkan jika programnya itu tidak disetujui walikota, dirinya akan mundur dari jabatan penanggung jawab paguyuban.
Selain itu, Rasdi juga meminta agar paguyuban yang menjadi tanggung jawabnya itu benar-benar kondusif, tak ada perselisihan dan persengketaan di dalamnya.
Apalagi, lanjutnya, sumber dari paguyuban itu adalah kerukunan antar tetangga dan warga masyarakat dalam satu wilayah.
“Karena itu paguyuban RT-RW juga harus guyub rukun berkiprah demi kemajuan warga tanpa memandang perbedaan ras, suku maupun agama,” tegas Rasdi.
Liputan:Mim/B21








