Gadget Di Gigi Untuk Pasien Yang Alami Gangguan
Dunia medis kembali mengembangkan perangkat baru untuk membantu pasien yang tuli atau mengalami gangguan pendengaran.
Berbeda dengan alat bantu pendengaran biasa yang harus dipakai di telinga, terobosan baru ini bisa mengantar suara melalui gigi.
Gadget teknologi tinggi ini dijepitkan di gigi dan bekerja dengan mengirim suara melalui tulang di muka ke pusat telinga.
Penemuan baru yang diberi nama Sound-Bite ini dinyatakan bisa membantu orang-orang yang tidak bisa menggunakan alat bantu dengar konvensional, termasuk pasien dengan eksem atau mereka dengan saluran telinga yang terlalu sempit untuk alat bantu dengar. Peralatan ini tidak memerlukan operasi, tersembunyi dan bisa dilepas kapan saja.
Alat bantu dengar tradisional bekerja dengan cara menguatkan suara-suara di udara sebelum dialirkan ke liang telinga dan mencapai gendang telinga. Saat menyentuh gendang telinga, suara-suara ini akan menimbulkan getaran yang disalurkan melalui tulang kecil ke bagian dalam telinga/cochlea (rumah siput).
Cairan di dalam rumah siput selanjutnya mulai bergerak dan menstimulasi sel-sel rambut kecil.
Sel-sel ini, kemudian memberi sinyal-sinyal ke saraf pendengaran yang bergerak ke otak. Semua proses ini berlangsung dalam hitungan detik. Sayangnya, tidak bisa digunakan oleh semua orang.
Dan Sound-Bite yang dikembangkan oleh perusahaan Sonitus Medical yang berbasis di California ini diharapkan bisa menjadi alternatif bagi mereka yang tidak bisa atau tidak ingin menggunakan alat bantu dengar konvensional. Peralatan ini didisain dengan 2 kunci utama.
Satu perangkat berupa miniatur alat bantu dengar dalam bentuk klip kecil yang ditempelkan di bagian belakang telinga.
Alat ini akan mengolah suara-suara dan mengirimkan sinyal ke alat kedua yang dipasang di mulut.
Alat yang dipasang di mulut berupa kawat yang bisa dipindahkan. Perangkat ini disisipkan ke gigi bagian kiri atas atau gigi bagian kanan belakang. Perangkat ini dilengkapi dengan baterai yang bisa diisi ulang.
Saat mendapatkan sinyal dari perangkat di telinga, kawat di gigi akan mengubahnya menjadi getaran-getaran lembut, sehingga pengguna tidak akan merasakannya.
Getaran ini selanjutnya akan bergerak ke gigi, ke dalam tulang pipi dan ke dalam rumah siput di telinga. Getaran ini akan diterjemahkan oleh saraf pendengaran dan selanjutnya mengirimnya ke otak.
Peralatan ini sedang menunggu persetujuan dari badan pengawas makanan dan obat Amerika (FDA) dan diharapkan bisa dipasarkan di Inggris dalam 2 tahun mendatang.








