Berita21.com (B21)

Amerika Serikat, Senin (1/3), kecam Israel yang kembali berencana bangun permukiman Yahudi di Jerusalem Timur

Tindakan itu bisa merusak upaya AS melanjutkan kembali pembicaraan perdamaian Israel-Palestina.

“Amerika Serikat telah ‘menyampaikan keprihatinan kami’ kepada pemerintah Israel,” kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS Philip Crowley kepada wartawan di Washington. Ditambahkannya, kegiatan permukiman tersebut kontraproduktif dan merusak kepercayaan di antara semua pihak.

Pemerintah Israel dilaporkan telah menyetujui pembangunan 600 rumah baru, 500 unit lebih sedikit dibandingkan dengan rencana sebelumnya yang ditetapkan tahun lalu, buat permukiman Pisgat Ze’ev di Jerusalem Timur.

“… Kami mengerti seluruh jumlah rumah tersebut telah dikurangi dari rencana awal, kami juga mengerti bahwa ini bukan persetujuan akhir bagi proyek itu tapi sebagai satu langkah ke arah itu,” kata Crowley.

Permukiman Yahudi di Jerusalem Timur tersebut, yang direbut oleh Israel pada 1967 dan belakangan dicaploknya, dipandang oleh masyarakat internasional sebagai permukiman Israel dan salah satu penghalang bagi proses perdamaian Palestina-Israel.

Status Jerusalem tetap menjadi salah satu masalah inti dalam konflik Palestina-Israel. Pencaplokan Jerusalem Timur oleh Israel tak diakui oleh masyarakat internasional, dan rakyat Palestina ingin Jerusalem Timur menjadi ibukota negara masa depan Palestina.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengumumkan pembekuan selama 10 bulan bagi pembangunan permukiman di Tepi Barat Sungai Jordan, Oktober lalu. Namun Netanyahu menekankan bahwa pembatasan pembangunan tersebut takkan berlaku di Jerusalem Timur, milik Arab.

Pemerintah Presiden AS Barack Obama telah berusaha mendorong pemerintah Israel dan Pemerintah Otonomi Nasional Palestina (PNA) agar memulai lagi pembicaraan perdamaian yang lama macet itu.

Presiden PNA Mahmoud Abbas berkeras pembicaraan tersebut tak dapat dilanjutkan sampai pemerintah Israel membekukan semua pembangunan permukiman Yahudi, sementara Israel menuduh PNA ‘menetapkan prasyarat bagi pembicaraan perdamaian’.

Sedikitnya 450.000 orang Israel tinggal di lebih dari 100 permukiman di Tepi Barat, temrasuk lebih dari 200.000 orang di Jerusalem Timur.

Xinhua-OANA/Ant/MI/B21
Responses are currently closed, but you can trackback from your own site.

Comments are closed.

KIRIM SMS GRATIS Di SINI

Copy Protected by Tech Tips's & Computer Tricks'sCopyProtect Wordpress Blogs.