5 Perampok Truk Dibekuk
Setelah lama diburu, polisi akhirnya menangkap empat dari lima pelaku perampokan truk
Para perampok itu biasanya beraksi di sekitar wilayah Karawang, Tangerang dan Cilegon, Jawa Barat.
Kawanan pembajak ini diringkus tim kejahatan dan kekerasan (Jatanras) Polres Cilegon Provinsi Banten, Jumat 5 Maret 2010 dini hari tadi. Para pelaku ditangkap usai menjalankan aksinya merampas truk angkutan pasir di Cinangka, Kabupaten Serang Banten, pada pukul 03.00 WIB.
Dari mobil Suzuki APV nomor polisi A 70 Y, yang digunakan pelaku, petugas menemukan dua pucuk senjata api genggam jenis pistol berikut sembilan butir peluru, beberapa butir obat penenang dan satu botol obat tetes mata.
“Mereka kita tangkap di sekitar Cinangka setelah melakukan aksi perampasan truk angkutan pasir,” ujar Kapolres Cilegon Banten, Ajun Komisaris Besar Dadang Raharja, Jumat 5 Maret 2010.
Saat penyergapan oleh sekitar sepuluh tim Jatanras bersenjata lengkap, salah seorang pelaku berhasil meloloskan diri.
Pelaku yang diketahui bernama Jaja, Dias, Sai, Asep Saefudin masih menjalani pemeriksaan. Sementara Yanto adalah pelaku yang berhasil meloloskan diri dan diduga sebagai pemilik dua senjata api tersebut. “Komplotan itu ada yang berasal dari Karawang, Cinangka dan Lampung,” jelasnya.
Sementara supir truk angkutan pasir yang menjadi korban bernama Rainan (50) warga Jalupang Rangkasbitung mengatakan, salah satu pelaku adalah orang yang meminta dirinya untuk mengangkut pasir dari tempat penambangan pasir di Jalupang.
“Saya kira benar sebab dia memberi uang jalan sebesar empat ratus ribu untuk angkutan pasir,” jelasnya.
Setelah sepakat akhirnya tiga orang komplotan ikut ke atas truk sementara dua orang pelaku lainnya mengikuti dengan menggunakan kendaraan Suzuki APV.
Disekitar Karang Bolong Cinangka mereka berhenti, supir truk Sainan dan kernetnya Ijong diajak beristirahat. “Saat itu saya ditawari minum, tapi beres minum, langsung kepala saya pening lalu saya tidak ingat lagi,” kata dia.
Diduga kuat supir dan kernet itu di beri minuman oleh para pelaku setelah dicampur oleh penenang. Saat ini pihak kepolisian masih melakukan pengejaran terhadap Yanto serta menyelidiki asal usul dua pucuk senjata api genggam itu.








