Pembangunan Dermaga RO-RO, atau Ro-Out/Ro-On yang berlokasi di Kota Kualatungkal, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi direncanakan tahun 2011 yang akan datang segera dioperasionalkan
Hal tersebut disampaikan Kepala Satker Pembangunan Dermaga RO-RO Tahun Anggaran 2009 Kantor Dinas Perhubungan Provinsi Jambi, Jimmi Pesik kepada berita21.com, Senin (8/3) di Kota Jambi.
Dijelaskan Jimmi Pesik, sejak 2002 lalu hingga saat ini, pembangunan fisik Dermaga RO-RO tersebut sudah memasuki tahap kesembilan.
Hal itu, papar Jimmi, awal pembangunannya dimulai sejak 2002 hingga 2009 dan kini pelaksanaan pembangunannya sudah mencapai 85 persen sisanya pengerjaan areal darat, seperti areal terminal, gedung dan lampu-lampu, lapangan parkir di dermaga, dan lainnya dilaksanakan tahun 2010 ini.
“Pembangunan Dermaga RO-RO itu dimulai sejak 2002, dan sejak 2002 sampai 2009 ini pembangunan fisiknya sudah mencapai 85 persen, sisanya hanya pembangunan akses jalan ke terminal dermaga yang sedang dikerjakan pada tahun (2010) ini, termasuk pengerjaan areal darat, seperti areal terminal, gedung dan lampu-lampu, lapangan parkir dermaga, dan sebagainya.
Sementara saya berharap jalan milik pemda sepanjang 1,3 kilometer, mulai dari jalan utama ke Parit VI menuju Dermaga RO-RO, atau jalan TPI ke Dermaga RO-RO, sudah bisa selesai dibangun pemda karena sejak dibangun tahun 2008 lalu belum pengaspalan, baru pengerasan badan jalan saja. Seharusnya sudah bisa selesai tahun ini,” sebut Jimmi.
Lebih jauh diceritakan oleh Jimmi, pada awalnya pembangunan Dermaga RO-RO berlarut-larut hingga sekarang ini karena awal pembangunan tersebut merupakan hasil kesepakatan antara pemda Kabupaten Tanjung Jabung Barat dengan Departemen Perhubungan RI.
Akan tetapi dalam perjalanannya tidak membuah hasil sesuai studi kelayakan maupun studi DED (Detail Enginering Design) karena terkendala anggaran dari pihak pemda sehingga pelaksanaan pembangunannya berlarut-larut hingga sekarang.
Terkait kendala dana oleh pemda tersebut, kata Jimmi, pihak Depertemen Perhubungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat menggelontorkan dana menjadi kecil secara bertahap melalui APBN.
“Awalnya adalah kesepakatan antara pemda Tanjung Jabung Barat dan Departemen Perhubungan RI sesuai hasil studi kelayakan maupun studi DED tentang pembangunan Dermaga RO-RO itu.
Namun pada kenyataannya, pemda Tanjung Jabung Barat terkendala dana sehingga berlarut-larut pembangunannya sampai sekarang, dan pembangunannya itu oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Departemen Perhubungan dananya dislow downkan (diberikan dananya kecil). Yang seharusnya bisa dilakukan 1 tahap atau 3 tahap bisa selesai, tetapi justru ini bisa 9 tahap,” urainya.
Ditambahkan Jimmi, sejak 2002 sampai 2007 pembangunan fisik Demaga RO-RO di Kota Kualatungkal, Kabupaten Tanjung Jabung Barat terus dilakukan. Tahun 2008 lalu, pemda memulai pembangunan jalan akses ke dermaga sepanjang 1,3 kilometer sehingga diperkirakan tahun 2011 akan segera dioperasionalkan penggunaan dermaga tersebut, tuturnya.
Seperti diungkapkan Jimmi, pembangunan Dermaga RO-RO di Kota Kualatungkal, Kabupaten Tanjung Jabung Barat itu membuka keterisoliran daerah perbatasaan antara dua provinsi bertetangga, yakni Provinsi Jambi dan Provinsi Kepulauan Riau, yakni dari Kualatungkal ke Dabo (Kepulauan Riau) maupun Kualatungkal ke Tanjung Uban (Kepulauan Riau).
Sebagaimana diketahui kedua daerah tersebut, masing-masing Dabo dan Tanjung Uban di Provinsi Kepulauan Riau merupakan daerah penghasil komoditi perkebunan jenis pinang dan kelapa hibrida sehingga dapat ditempuh dengan waktu kurang lebih 4 jam, demikian sebutnya.








