Seringkali banyak dijumpai atlit yang “Mbalelo” dan membelot membela daerah lain disaat sebuah event kejuaraan olahraga, bagaimanakah dengan kontingen Jambi yang sudah dapat Ancaman dari Ketua KONI Kota Jambi?
Ternyata ancaman yang disampaikan Ketua KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia) Kota Jambi, Rahman berupa pencabutan beasiswa berserta segala fasilitas pendidikan yang dimiliki para atlit kota yang “Mbalelo” dan membelot membela daerah lain saat event kejuaraan Pekan Olahraga Provinsi Jambi (Porprov) ke-19 yang berlangsung di Kota Jambi pada Juli 2010 yang akan datang, nampaknya didukung penuh oleh pihak Dinas Pendidikan Pemkot Jambi.
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Jambi, A. Syihabuddin ketika menjawab berita21.com, Selasa (9/3) diruang kerjanya, dia sangat mendukung penuh apa yang ditegaskan dan disampaikan oleh pihak KONI Kota Jambi. Dikatakan Syihabuddin, pihaknya sangat mendukung apabila hal itu sudah digariskan KONI.
“Saya mendukung apapun keputusan KONI, dan sudah sesuai dengan aturan. Maka siapapun yang mendapatkan fasilitas itu (berupa beasiswa maupun segala fasiltas pendidikan bagi atlit berprestasi, red), akan kita tinjau. Apabila benar-benar, mereka membela daerah lain saat Porprov nanti,” tegasnya.
Ditambahkan Syihabuddin, yang juga terlibat sebagai pengurus kepanitiaan bidang pemondokan dan akomodasi pada Porprov Jambi ke-19 tahun 2010 ini, menurutnya target yang dicapai Kota Jambi selaku tuan rumah pada event kali ini adalah merebut gelar juara umum sehingga pihaknya sangat mendukung langkah-langkah yang telah digariskan oleh KONI Kota Jambi.
“Saya sangat mendukung sekali apa yang sudah digariskan oleh KONI Kota Jambi. Karena target kita, harus menjadi juara umum pada Porprov ini. Dan, apabila ada atlit kita yang membela daerah lain, tentu saya sangat kecewa.
Saya mendukung penuh apa yang sudah ditegaskan, dan disampaikan oleh KONI, apabila memang ada atlit dari kota yang bertanding untuk mendukung daerah lain di Porprov nanti. Dan, saya berjanji akan meninjau ulang kembali keberadaan atlit-atlit itu,” tegasnya.
Seperti diketahui, sebelumnya Ketua KONI Kota Jambi, Rahman sudah mengingatkan kepada para atlit asal Kota Jambi, terutama atlit dari setiap masing-masing cabang olahraga (cabor) untuk tidak “Mbalelo” (membandel) dan “Loncat pagar” (membelot mendukung kontingen dari daerah lain) pada event kejuaraan Pekan Olahraga Provinsi Jambi ke-19 di Kota Jambi pada Juli 2010 yang akan datang. Keseriusannya kali ini merupakan beban mental yang harus dipikulnya karena Kota Jambi selaku tuan rumah mau tidak mau harus keluar sebagai juara umum.
Bahkan ancaman pun dilayangkan berkali-kali oleh pihak KONI Kota Jambi kepada para atlit berprestasi yang mengenyam pendidikan di Kota Jambi, berupa pencabutan beasiswa maupun segala penunjang fasilitas pendidikan yang telah diberikan kepada para atlit berprestasi selama ini sehingga ambisi kontingen tim Kota Jambi menjadi juara umum pada event Porprov Jambi ke-19 kali ini dapat tercapai.
“Kita akan tindak tegas kepada atlit yang berstatus pelajar, apabila dia tidak membela tim Kota Jambi pada event Porprov, nanti. Apabila mereka benar-benar “Loncat Pagar” melakukan itu. Kami akan laporkan atlit tersebut kepada Kepala Dinas Pendidikan untuk distop saja, segala fasilitas yang menyangkut segala tunjangan pendidikannya, termasuk beasiswa pendidikannya selama ini sebagai atlit,” demikian ancam Rahman menegaskan.








