Tujuh formasi dari 219 lowongan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Pemerintah Kota Madiun yang dibuka sejak tanggal 26 Oktober lalu hingga Senin, (9/11) kemarin resmi lowong.
Diantaranya yakni spesialis radiology dan anastesi, guru SMK dan SMA Mandarin, guru seni rupa tingkat SLTP, Perencana Pertamanan, perencana program dan evaluasi pelaporan.
Namun khusus kekosongan pada tenaga guru seni rupa, disebabkan semua pelamar lebih memilih mengajar di SLTA. Sehingga tingkat SLTP kosong.
“Ditingkat SLTA sebanyak 9 orang dengan tenaga yang dibutuhkan hanya 4 orang, jika ada yang memilih SLTP pasti berpeluang besar, “ujar ujar Kepala BKD Kota Madiun, Dwi Budi Agustono, (10/11) kemarin.
Menurutnya, jumlah formasi ini sempat hanya 3 yang lowong, namun saat dicurigai ada beberapa berkas yang kita tetapkan tidak layak alias palsu, kini formasi yang kosong menjadi 7 formasi.
“sebagian besar dokumen yang tidak sesuai ini ada pada berkas pengalaman pengabdian bagi usia 35 tahun keatas, yakni kop surat yayasan yang diduga tidak mungkin jika dilihat dari tanggalnya, berkas selama 13 tahun dengan kesan baru di print dan sejenisnya”katanya.
Lebih lanjut, mantan sekwan ini menjelaskan, hingga penutupan pendaftaran kemarin, jumlah pelamar mencapai 3133 orang.
Pendaftar terbanyak didominasi oleh tenaga kesehatan sebanyak 505 orang dengan jumlah tenaga yang dibutuhkan 54 orang, tenaga guru Bahasa Inggris sebanyak 123 pelamar dengan kebutuhan 4 orang, tenaga akutansi sebanyak 125 pelamar dengan tenaga yang dibutuhkan 3 orang.
Saat disinggung up date berkas CPNS yang Tidak Memenuhi Syarat (TMS) hingga hari ini, Agus menyatakan dari 3113 berkas yang masuk, 292 diantaranya Tidak Memenuhi Syarat (TMS), sedangkan 2531 memenuhi syarat (MS), sisanya masih proses pengecekan panitia. Sebagian besar TMS dominasi foto kurang, Ijazah tidak disetempel lembaga, Kartu Kuning tidak di setempel dan tidak sesuai dengan formasi.
“Kartu kuning yang paling banyak tidak disetempel dari Ngawi dan Magetan, untuk lain daerah aman, dan lebih parah lagi, ada yang terkesan palsu dalam hal pengalaman pernah
mengajar,”tegasnya.
Saat ditanya terkait formasi yang masih lowong, Agus menerangkan kekosongan jabatan yang tidak diminati oleh pelamar ini bakal kita ajukan ke Menpan untuk CPNS tahun 2010 mendatang.
“Itupun jika Menpan menyetujui,”akunya.
Lebih lanjut ia berharap, tahun
mendatang ada pendataan data base Jilid II bagi para tenaga Honorer dan kontrak yang saat ini tersebar di SKPD di Kota Madiun.”ada 311 tenaga honorer dan kontrak yang belum masuk database, dengan adanya pendataan Jilid II diharapkan tenaga honorer dan kontrak yang ada di Kota Madiun ini dapat terdata secara keseluruhan,”tandasnya.
Seperti diketahui, pemerintah kota madiun membutuhkan calon pegawai negeri sejumlah 219. terdiri dari tenaga guru sebanyak 88 orang, tenaga kesehatan sebanyak 102 orang, tenaga teknis substantif sebanyak 25 orang dan tenaga administrator sebanyak 4 orang.
Sym/B21