Musibah bencana alam gempa bumi tektonik berkekuatan 7,0 Skala Richter (SR) yang mengguncang sebagian wilayah Provinsi Jambi, yakni Kabupaten Kerinci dan Merangin pada awal Oktober 2009 lalu telah menggugah para aktivis lingkungan hidup di Jambi untuk mencanangkan kampanye penyadaran kepada seluruh masyarakat dalam upaya langkah penyelamatan saat terjadinya gempa.Direktur Eksekutif WALHI Jambi, Arif Munandar kepada berita21.com, Selasa (24/11) di Kota Jambi, dia mengungkapkan pihaknya kini lebih berkonsentrasi untuk penggalangan kampanye penyadaran kepada seluruh masyarakat di Provinsi Jambi dalam upaya langkah penyelamatan saat terjadi gempa bumi.
Sementara pihaknya, menurut Arif, dalam langkah upaya penyelamatan kepada warga jika terjadi gempa sangat dibutuhkan pengetahuan yang cukup. Sehingga warga saat terjadi gempa, mereka sudah mempersiapkan diri sekaligus juga mereka dapat menolong dirinya, keluarganya maupun desanya jika menghadapi kemungkinan terjadinya bencana gempa.
“Saya berharap warga lebih mempunyai bekal pengetahuan yang cukup saat menghadapi kemungkinan terjadinya bencana gempa bumi. Mereka lebih mempersiapkan dirinya sekaligus mereka dapat menolong dirinya, keluarganya maupun desanya jika menghadapi kemungkinan terjadinya bencana,” papar Arif seraya berharap.
Terkait langkah-langkah upaya penyelamatan saat terjadi gempa bumi diungkapkan Arif lebih rinci, ada 10 langkah yang harus diketahui.
*Pertama*; jika merasakan adanya getaran gempa, sebisa mungkin segera matikan semua
sumber api (kompor, lampu minyak, lilin, dan aliran listrik, atau sejenis yang lainnya-Red).
*Kedua*; jika terjadi guncangan gempa bumi sangat kuat, jangan coba-coba memaksakan diri keluar rumah karena bisa terjebak reruntuhan tembok, plafon, atau atap rumah yang dalam sekejab bisa hancur dan roboh.
*Ketiga*; jika getaran gempa tidak terlalu kuat. Bukalah pintu untuk meyakinkan bahwa anda tidak sedang terjebak. Segeralah bawa anak-anak dan lansia (lanjut usia) pergi keluar mencari tempat yang lebih aman.
*Keempat*; jika getaran tidak terlalu kuat, atau getaran kuat sudah mereda. Saat keluar rumah jangan panik, dan jangan berebut untuk saling mendahului. Usahakan tetap tenang dan waspada.
*Kelima*; jika situasi memungkinkan, segeralah berlari menyelamatkan diri, bawa anak-anak dan seluruh keluarga ke tempat lapangan terbuka.
*Keenam*; jika seluruh keluarga sudah berada diluar rumah, berlindunglah di lapangan terbuka. Menjauhlah dari pintu gerbang, gapura tembok, bangunan, gedung tingi, tower/menara transmisi, tiang, kabel listrik, atau tebing terjal agar terhindar dari longsor misalnya, dan segeralah menjauh dari retakan-retakan tanah.
*Ketujuh*; segera mencari informasi yang benar dan bertanggung jawab melalui radio, atau petugas keamanan, dan petugas yang berwenang, atau dari pemda setempat tentang gempa yang baru saja terjadi.
*Delapan*; yakinkan keselamatan keluarga dan tetangga. Serta jagalah keselamatan dan keamanan rumah dan tetangga kita, dengan saling memperhatikan, atau peduli satu sama lain.
*Sembilan*; jika seluruh keluarga selamat, tidak mengalami cidera apa pun. Segeralah menghubungi atau mencari tim penolong untuk mencari dan membantu evakuasi korban yang terjebak dalam reruntuhan bangunan, atau segeralah memberi pertolongan pertama kepada korban, dan telepon atau menghubungi petugas untuk meminta pertolongan jika ada yang terluka parah.
*Sepuluh*; jika setelah getaran gempa berakhir, kembali ke rumah dengan hati-hati dan penuh waspada. Periksa dan matikan penyala api dan listrik yang belum sempat dimatikan. Matikan segera sumber utama listrik, gas, dan air jika yakin bahwa kondisi rumah rusak parah.
*Afrizal/B21