Masyarakat Semarang Kecewa Kondisi Dewan
Ketua Paguyuban RT-RW Kota Semarang Nunung Sriyanto, SH, MH mengaku kecewa atas kemelut yang terjadi di DPRD Kota Semarang. Apalagi seluruh anggota paguyuban baik di tingkat kota sampai di tingkat kelurahan ikut andil memilih para wakil rakyat tersebut.
“Terus terang kami memang merasa kecewa atas kemelut yang terjadi di DPRD Kota Semarang,” tandas Nunung ketika memberi sambutan dalam acara Pengukuhan Pengurus Paguyuban RT-RW Se-Kota Semarang di Gedung Moch Ichsan Lt 8 Balaikota Semarang, Sabtu (14/11) malam.
Nunung menjelaskan kisruh mempersoalkan pimpinan komisi yang terjadi di DPRD Kota Semarang itu menunjukkan bahwa para wakil rakyat kurang bisa berlapang dada tentang arti sebuah jabatan. Padahal jabatan itu amanat yang harus diterima dan dilaksanakan semaksimal mungkin. Bukan sekadar untuk mencari posisi lebih mapan sampai melupakan kewajiban dasarnya sebagai anggota dewan.
Dalam pengukuhan yang diikuti sekitar 200 pengurus paguyuban tingkat kelurahan, kecamatan dan kota itu Nunung berharap agar kemelut bisa segera diatasi sehingga tugas kedewanan lebih terfokus.
Selain masalah kisruh di lembaga dewan, Nunung juga berikrar akan memajukan Kota Semarang bersama dengan seluruh anggota paguyuban. Diakui, untuk menuju tahapan itu memang tidak mudah, karena harus melewati berbagai tahapan seperti pembekalan ke-RT-an dan ke-RW-an serta memperhatikan uang operasional.
“Selama ini biaya operasional yang diterima ketua rt dan rw sebesar dua ratus empat puluh ribu rupiah dan diterimakan setahun dua kali, eh setahun sekali. Syukur dalam anggaran berikutnya yakni tahun 2010 nanti uang operasionalnya dinaikkan,” seloroh Nunung.
Terkait uang operasional rt dan rw, Walikota Semarang H Sukawi Sutarip usai melakukan pengukuhan mengatakan bahwa pihaknya akan terus memperhatikan rt dan rw karena memang ujung tombak pemerintahan. Tahun-tahun sebelumnya penerimaan uang operasional dua ratus empat puluh ribu rupiah itu telah diserahkan dua kali dalam satu tahun.
“Tetapi khusus tahun 2009 ini hanya satu kali penerimaan berdasarkan anggaran murni. Persoalan ini memang tidak lepas dari eksistensi DPRD Kota Semarang yang saat ini lagi rewel,” jelas walikota sambil menambahkan kalau usai acara pengukuhan peserta diundang melihat langsung pagelaran wayang kulit Ki Djoko Edan dengan lakon Kusumo Nagoro di halaman balaikota.
Liputan:Mim/B21








